JAKARTA — Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, membeberkan capaian signifikan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Ia mengeklaim sebanyak 1,1 juta penduduk Indonesia telah berhasil keluar dari zona kemiskinan ekstrem selama dua tahun jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Cak Imin merinci, jumlah penduduk yang masuk dalam kategori miskin ekstrem tercatat mengalami penurunan drastis dari 2,8 juta jiwa menjadi tersisa 1,7 juta jiwa.
“Bahwa pemberdayaan selama dua tahun ini menunjukkan beberapa hal sebagai berikut; pertama, dalam hal soal kemiskinan. Data BPS 2026 tingkat kemiskinan kita turun dari 8,57 persen menjadi 8,07 persen. Kemiskinan ekstrem turun dari 2,8 juta menjadi 1,7 juta jiwa,” ungkap Cak Imin dalam acara penganugerahan Mandaya Awards dan Innovilleague 2026, Selasa (27/10/2026).
Pencapaian tersebut diklaim sebagai hasil konkret dari masifnya program pemberdayaan masyarakat serta sinergi lintas kementerian dan lembaga. Salah satu pendorong utamanya adalah langkah Kementerian Sosial yang secara konsisten menyalurkan bantuan dan perlindungan sosial kepada 26,8 juta keluarga miskin di seluruh Indonesia.
Meski statistik menunjukkan tren positif yang menggembirakan, Cak Imin menegaskan bahwa tugas pemerintah belum usai.
“Kita bersyukur angka kemiskinan turun dan akan terus kita perjuangkan untuk turun, tetapi kita juga ingin seluruh warga miskin kita akhirnya bisa menjadi warga yang naik kelas,” tegasnya, seraya menekankan pentingnya mendorong warga miskin mencapai kemandirian penuh agar dapat berperan aktif dalam pembangunan nasional.
Keberlanjutan program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada capaian statistik, melainkan benar-benar terwujud nyata dalam kemandirian ekonomi masyarakat di akar rumput.