Sabtu, Juni 13, 2026

Menelisik Khitan: Sakral, Misterius, dan Jejak Sejarah yang Panjang

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Khitan atau sunat, bagi banyak budaya dan agama, bukan sekadar ritual fisik. Ia adalah jejak sejarah, simbol identitas, hingga bentuk pengabdian spiritual.

Dihimpun dari berbagai sumber, di kalangan umat Islam, khususnya kaum laki-laki, khitan memiliki posisi istimewa sebagai bagian dari fitrah. Namun, tradisi ini juga memiliki akar panjang yang menghubungkan peradaban kuno hingga modern.

Menelusuri Jejak Awal: Adam AS dan Tradisi Prasejarah
Konon, kisah pertama tentang khitan diyakini berasal dari Nabi Adam AS. Dalam Injil Barnabas, disebutkan bahwa Nabi Adam berkhitan sebagai bentuk pertobatan atas dosanya. Selain itu, prasasti kuno Babilonia dan Sumeria, yang berasal dari sekitar 3500 SM, juga mencatat praktik khitan sebagai ritual kesehatan dan spiritual.

Mesir Kuno turut memperkuat jejak sejarah khitan dengan bukti berupa relief di makam Saqqara yang berusia lebih dari 4.000 tahun. Dalam adegan medis yang diabadikan, para remaja bangsawan menjalani khitan sebagai penanda kedewasaan. Bahkan, Raja Mesir Tutankhamun disebut menggunakan balsam khusus untuk mengurangi rasa sakit selama prosesi ini.

Simbol Identitas: Khitan pada Yahudi dan Nasrani
Khitan tidak hanya dikenal dalam Islam, tetapi juga menjadi bagian penting dalam tradisi Yahudi dan Nasrani. Kitab Talmud menjelaskan bahwa khitan adalah kewajiban bagi kaum Yahudi, sebagai tanda perjanjian dengan Tuhan. Hal serupa tercatat dalam Injil, yang menyebut bahwa Yesus Kristus sendiri menjalani khitan dan menganjurkannya kepada para pengikutnya.

Namun, tradisi ini mulai mengalami pergeseran di kalangan umat Kristen modern. Meski Injil Barnabas menjelaskan pentingnya khitan, sebagian besar kelompok Nasrani saat ini tidak lagi mewajibkannya.

Ritual Unik di Pelosok Dunia
Di luar agama Abrahamik, khitan tetap menjadi bagian penting dalam budaya lokal. Suku Aborigin di Australia, misalnya, menggunakan kerang laut sebagai alat sunat. Setelah prosesi selesai, darah yang menetes akan ditumpahkan ke api sebagai simbol penghormatan kepada perempuan yang menstruasi.

Di Afrika Timur, suku Xhosa dan Zulu menjalani khitan dengan pendekatan ritual yang unik. Calon pria dewasa akan diisolasi, tubuhnya dicat dengan kapur, dan setelah disunat, kulit yang terpotong ditinggalkan di hutan sebagai simbol peralihan menuju kedewasaan.

Dari Nabi Ibrahim AS hingga Rasulullah SAW
Dalam Islam, khitan memiliki kedudukan istimewa yang diwarisi dari Nabi Ibrahim AS. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim menjalani khitan pada usia 80 tahun dengan kapak. Praktik ini kemudian diteruskan oleh para nabi hingga Rasulullah SAW, yang bahkan berkhitan sejak lahir.

Tradisi ini tetap hidup hingga masa Rasulullah SAW, yang memerintahkan kedua cucunya, Hasan dan Husain, untuk berkhitan pada usia tujuh hari. Hal ini menunjukkan bahwa khitan tidak hanya simbol spiritual, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang diakui sejak masa lampau.

Kontroversi dan Perspektif Modern
Meskipun khitan memiliki banyak manfaat kesehatan, praktik ini tidak lepas dari perdebatan. Di Eropa dan Amerika, beberapa kelompok menganggap khitan sebagai pelanggaran hak anak. American Academy of Pediatrics, misalnya, pernah mengkritik khitan dengan alasan potensi trauma psikologis.

Namun, dari perspektif medis, khitan terbukti memberikan banyak manfaat. Penelitian menunjukkan bahwa khitan dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih dan penyakit menular seksual.

Simbol Fitrah yang Bertahan
Dalam Islam, khitan adalah bagian dari lima fitrah manusia. Rasulullah SAW bersabda:
“Lima dari fitrah yaitu sunat, mencukur rambut kemaluan, mencabut rambut ketiak, memotong kuku, dan mencukur kumis.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Tradisi yang awalnya misterius ini kini menjadi salah satu warisan budaya dan agama yang tetap relevan hingga era modern. Khitan bukan sekadar prosesi fisik, tetapi juga jejak sejarah panjang yang menghubungkan manusia dengan nilai spiritual dan identitasnya. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.