PURWOREJO – Tak ingin menunggu jembatan roboh, warga Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, memilih bergerak bersama. Mereka bergotong royong memperkuat fondasi jembatan yang mulai terkikis aliran air dan mengalami keretakan.
Jembatan sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut menjadi akses penting bagi warga, baik sebagai penghubung antar-RT maupun jalur menuju masjid.
Fondasi jembatan mulai rusak setelah terus tergerus aliran air saat musim hujan. Warga khawatir kerusakan semakin parah dan membuat tiang jembatan ikut terdampak hingga berpotensi roboh.
Perbaikan pun dilakukan secara swadaya. Warga menyumbangkan tenaga, uang, hingga konsumsi selama proses pengerjaan. Mereka juga melakukan iuran untuk membeli material seperti pasir dan batu.
Selain hasil swadaya, warga mendapat bantuan 20 sak semen dari salah satu anggota DPRD setelah melakukan kegiatan reses di wilayah tersebut. Semen tersebut kemudian digunakan untuk memperkuat bagian fondasi yang rawan terkikis.
Warga berharap perbaikan sederhana tersebut mampu memperkokoh jembatan dan mencegah kerusakan semakin meluas, terutama ketika musim hujan kembali datang dan debit air meningkat.
Bagi warga, jembatan tersebut bukan sekadar akses penghubung, tetapi jalur penting yang setiap hari digunakan untuk aktivitas masyarakat.