Minggu, Juni 21, 2026

PDIP Lakukan Bersih-bersih, Ini Sebab 27 Kader PDIP Dipecat, Termasuk Keluarga Jokowi

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Langkah tegas diambil oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan memecat 27 kader, termasuk di antaranya mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Keputusan tersebut diumumkan pada baru-baru ini, sebagai bagian dari konsolidasi menjelang kongres besar partai pada 2025.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, dalam konferensi pers di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, bari-baru ini, menyatakan bahwa langkah ini dilakukan untuk memastikan soliditas dan kedisiplinan internal partai.

“Bapak Jokowi dan keluarga sudah tidak lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan. Keputusan ini adalah hasil evaluasi mendalam terhadap kader yang tidak disiplin,” ujar Hasto.

Alasan Pemecatan

Menurut Hasto, keputusan ini dipicu oleh sejumlah pelanggaran, termasuk ketidakpatuhan terhadap garis perjuangan partai selama Pemilu Presiden 2024 dan Pilkada Serentak. Ia menjelaskan bahwa beberapa kader, termasuk tokoh-tokoh yang dipecat, terlibat dalam dukungan terhadap pasangan calon di luar keputusan PDIP.

“Mereka berdiri di dua kaki, mendukung calon lain, dan tidak menjalankan perintah partai. Sikap seperti ini tidak bisa ditoleransi,” tegasnya.

Hasto menambahkan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh pengurus cabang dan daerah. Nama-nama 27 kader yang dipecat akan diumumkan secara resmi pada 17 Desember 2024, setelah hasil penghitungan suara Pilkada Serentak dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Keluarga Jokowi dalam Sorotan

Langkah pemecatan ini juga menyoroti posisi keluarga Jokowi dalam dinamika internal partai. Gibran Rakabuming, yang sebelumnya menjadi kader PDIP, melangkah keluar dari garis partai dengan bergabung dalam koalisi lain untuk mendukung pencalonannya sebagai Wakil Presiden bersama Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.

“Keanggotaan Mas Gibran secara otomatis gugur karena tidak lagi sejalan dengan arah perjuangan partai,” ungkap Hasto.

Hasto juga menyebut bahwa surat resmi dari DPC Kota Surakarta telah mengonfirmasi penghentian keanggotaan Gibran. Adik iparnya, Bobby Nasution, turut mendukung langkah Gibran dalam Pilpres tersebut, yang semakin memperkuat keputusan PDIP untuk mengeluarkan mereka.

Tanggapan Jokowi

Saat ditanya terkait pemecatannya, Jokowi hanya memberikan jawaban singkat.

“KTA saya masih ada,” ucapnya singkat, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Namun, Hasto menegaskan bahwa status keanggotaan di PDIP tidak hanya bergantung pada kepemilikan kartu tanda anggota (KTA), melainkan juga pada dedikasi dan loyalitas terhadap nilai-nilai partai.

Menuju Konsolidasi Internal

Keputusan pemecatan ini merupakan bagian dari upaya PDIP untuk menyaring kader yang benar-benar loyal menjelang kongres partai tahun depan. Hasto menegaskan bahwa langkah ini akan memperkuat ideologi dan organisasi partai, serta memastikan hanya kader militan yang bertahan.

“Kami ingin kader yang teguh pada prinsip dan siap menghadapi tantangan tanpa kompromi,” kata Hasto.

Menata Ulang Barisan

Dengan keputusan ini, PDIP menunjukkan komitmennya untuk menjaga integritas dan soliditas partai di tengah dinamika politik nasional. Di sisi lain, keluarnya keluarga Jokowi dari PDIP membuka babak baru dalam perjalanan politik mereka, yang kini menjadi perhatian publik.

Kader yang tersisa diharapkan dapat membawa partai tetap relevan dan siap menghadapi tantangan politik di masa mendatang. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.