MELIHAT INDONESIA – Tim Nasional (Timnas) Indonesia U23 mengukir sejarah di turnamen Piala Asia U23. Pertama kalinya skuad Garuda Muda berhasil melaju ke semi final.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, Qatar, Jumat (26/4/2024) dini hari WIB, anak asuh Shin Tae Yong ini mengalahkan Korea Selatan lewat drama adu penalti 11-10.
Sebelumnya, hingga perpanjangan waktu berakhir, kedua tim bermain imbang 2-2.
Apa itu adu penalti?
Adu penalti atau adalah cara untuk menentukan pemenang dalam sebuah pertandingan sepak bola. Adu tendangan penalti umumnya diterapkan pada kompetisi ketika sudah memasuki fase gugur.
Adu penalti dilakukan pada pertandingan yang harus ada pemenangnya alias tidak bisa berakhir dengan hasil imbang.
Babak adu penalti akan dilakukan jika kedua tim tetap bermain imbang selama 90 menit waktu normal dan 2 kali 15 menit babak perpanjangan waktu.
Hasil adu tendangan penalti tidak dimasukkan ke dalam penghitungan skor. Adu penalti hanya digunakan untuk menentukan pemenang.
Mengutip situs web FIFA Museum, ide penggunaan adu tendangan penalti untuk menentukan pemenang pada pertandingan yang berakhir imbang dicetuskan oleh Israel pada 1969.
Usulan Israel tersebut dilatar belakangi oleh hasil kurang memuaskan yang mereka raih pada pertandingan cabang olahraga sepak bola Olimpiade 1968.
Pada perempat final sepak bola Olimpiade 1968, timnas Israel disingkirkan oleh Bulgaria melalui undian setelah kedua tim bermain imbang 1-1.
Undian menjadi cara untuk menentukan pemenang pada fase gugur jika pertandingan berakhir imbang karena waktu itu babak adu penalti belum dikenal.
Hasil tersebut membuat Israel merasa dirugikan.
Pada 24 Juli 1969, Michael Almog yang kemudian menjadi Ketua Asosiasi Sepak Bola Israel periode 1973-1982, mengirimkan proposal kepada FIFA yang isinya berupa usulan agar adu tendangan penalti digunakan untuk menentukan pemenang pertandingan yang berakhir seri.
Kemudian pada 27 Juni 1970, Badan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) menggelar pertemuan di Inverness, Skotlandia, yang hasilnya menerima ide adu penalti yang diusulkan oleh Michael Almog.
Turnamen Piala Eropa juga menjadi bagian dari sejarah perkembagan adu penalti di dunia sepak bola.
Sebelum 1976, pemenang pertandingan Piala Eropa ditentukan dengan sistem yang sangat melelahkan.
Sebagai contoh adalah partai final Piala Eropa 1968 yang mempertemukan Italia dengan Yugoslavia. Pada saat itu, Italia bermain imbang 1-1 dengan Yugoslavia pada pertandingan final yang digelar di Stadion Olimpico, Roma, 8 Juni 1968.
Karena waktu itu adu tendangan penalti belum dikenal, Italia dan Yugoslavia harus melakukan pertandingan ulang untuk menentukan pemenang.
Italia dan Yugoslavia kembali bertemu di Stadion Olimpico dua hari setelah final pertama. Hasilnya, Gli Azzurri menang 2-0 melalui gol Luigi Riva dan Pietro Anastasi. (*)