Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menilai pembentukan partai politik baru bukan solusi utama untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi Indonesia. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini justru terletak pada merosotnya kepercayaan masyarakat terhadap dunia politik.
Ahok mengatakan, banyaknya partai politik tidak akan membawa perubahan berarti apabila masyarakat sudah kehilangan kepercayaan kepada para aktor maupun institusi politik.
“Untuk memperbaiki Indonesia, kamu bikin partai politik juga nggak guna. Karena rakyat sudah tidak percaya siapa pun. Udah terbelah gitu banyak,” kata Ahok, dikutip Rabu (29/7/2026).
Ia menilai kondisi politik nasional saat ini diwarnai polarisasi yang membuat masyarakat semakin sulit memberikan kepercayaan kepada pihak mana pun. Karena itu, menurut Ahok, mendirikan kendaraan politik baru belum tentu mampu menjawab persoalan yang ada.
Lebih lanjut, Ahok berpandangan bahwa pembenahan bangsa membutuhkan kepemimpinan yang mampu mengambil keputusan besar sekaligus memperoleh legitimasi kuat dari masyarakat.
Menurutnya, perubahan tidak semata ditentukan oleh hadirnya partai baru, tetapi oleh kualitas pemimpin dalam menjalankan amanah dan membangun kembali kepercayaan publik.
Pernyataan Ahok pun kembali memicu perbincangan mengenai kondisi politik nasional, khususnya terkait efektivitas partai politik dalam menjawab harapan masyarakat di tengah menurunnya tingkat kepercayaan publik terhadap institusi politik.