Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menohok mental sebagian rakyat yang terlalu nyaman hidup dari sedekah dan bantuan pemerintah.
Dalam acara Zikir Nasional dan Ikrar Bela Negara di Masjid Istiqlal, Jakarta (10/8/2025), ia menegaskan bahwa bangsa pejuang tidak pantas terus-menerus menadahkan tangan.
Menurutnya, mental minta-minta adalah racun yang membuat kemiskinan langgeng.
Zulhas menegaskan musuh bangsa bukanlah perbedaan atau sesama saudara, tapi kemiskinan dan kebodohan.
Presiden Prabowo, kata dia, sudah menggelontorkan bantuan beras untuk 18,3 juta rakyat miskin, memberi makanan bergizi gratis untuk mencegah stunting, dan membangun Sekolah Rakyat.
Tapi bantuan itu bukan untuk memanjakan, melainkan jembatan menuju kemandirian.
Ia juga mengingatkan bahwa dulu Indonesia sejajar dengan Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, dan Singapura, bahkan lebih unggul di beberapa sektor.
Namun 28 tahun reformasi justru membuat negara lain melesat sementara Indonesia tertinggal.
Karena itu, ia menegaskan perlunya pembangunan desa, koperasi, hilirisasi industri, dan transformasi besar-besaran agar Indonesia tidak terjebak selamanya dalam budaya menunggu bantuan.