Rabu, September 9, 2026

Pemkot Semarang Kaji Alternatif Solusi Jalur Maut di Turunan Silayur Ngaliyan

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang sedang mengkaji cara untuk mencegah terulangnya kecelakaan di turunan Silayur Jalan Prof Hamka, Ngaliyan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Kusnandir mengakui rawannya jalur Silayur yang berupa turunan tajam disertai beberapa kelokan.

Untuk meminimalisir potensi kecelakaan dengan melarang kendaraan bermuatan lebih dari 8 ton melintas kecuali pukul 23.00-04.00 WIB.

Namun faktanya banyak yang mengabaikan larangan tersebut sehingga kerap terjadi kecelakaan. Sehingga, dibutuhkan strategi lain yang lebih efektif.

“Sebetulnya, dengan adanya turunan yang tajam, perlu adanya jalur penyelamat,” ujar Kusnandir saat dihubungi, Jumat (23/11/2024).

Namun, kata Kusnandir, pengadaan jalur penyelamat membutuhkan kajian matang.

“Lokasi yang digunakan untuk jalur penyelamat ini kan harus dicari betul, yang mana titiknya, itu harus dicari, dikaji bersama dengan instansi terkait,” imbuhnya.

Di kesempatan berbeda, Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu mewacanakan untuk membuat tanjakan jalur Silayur, Ngaliyan, menjadi lebih landai.

“Kami sudah minta untuk mengkaji supaya Silayur agak dilandaikan seperti Jalan Hanoman. Jalan Hanoman kan Alhamdulillah sudah mulai (landai) dan cukup berhasil mengurangi angka kecelakaan yang berakibat fatal,” jelasnya.

Meskipun begitu, strategi tersebut membutuhkan kajian. Namun ia optimis dan menargetkan pelandaian jalan Silayur Ngaliyan bisa dikerjakan pada 2025. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.