Rabu, Juli 22, 2026

Di Hadapan Puan, Prabowo Klaim Bung Karno ‘Bapaknya Juga’ PDIP-Gerindra Itu Kakak-Adik!

Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, memberikan pernyataan mengejutkan yang sarat makna historis dan politik dalam Peluncuran Kelembagaan 80 Ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7).

Dalam acara yang turut dihadiri oleh Ketua DPR sekaligus Ketua DPP PDIP Puan Maharani, dan Wakil Ketua MPR Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, Prabowo mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) yang selalu digaungkan Presiden pertama RI, Sukarno (Bung Karno).

“Tapi saya percaya bahwa niat kita semua adalah ingin Indonesia lebih baik, ingin Indonesia sejahtera, ingin Indonesia sungguh-sungguh merdeka, ingin Indonesia bangkit berdiri di atas kaki kita sendiri,” ucap Prabowo dalam pidatonya.

Prabowo pun secara langsung menyapa Puan Maharani dan menyampaikan bahwa Bung Karno bukan hanya milik keluarga Soekarno, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia. Ia bahkan menyebut Bung Karno sebagai ‘bapaknya’ juga.

“Saya katakan Bung Karno adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Nuwun sewu Mbak Puan, Bung Karno bapak saya juga, mungkin kalau dipotong ini yang keluar Marhaen juga ini,” ujar Prabowo sambil menunjuk dadanya, yang disambut tepuk tangan hadirin.

Pernyataan tersebut tak hanya menuai perhatian karena mengandung sentimen emosional terhadap sosok Bung Karno, namun juga menunjukkan bagaimana Prabowo mencoba membangun jembatan hubungan antara dua kekuatan politik besar di Indonesia: PDIP dan Gerindra.

Prabowo kemudian menyatakan bahwa sebenarnya Gerindra dan PDIP memiliki akar perjuangan dan semangat yang serupa.

“Sebenarnya PDIP sama Gerindra ini kakak adik ini,” ucapnya sambil bercanda.

Namun, Prabowo tak menutup mata soal perbedaan dalam sistem demokrasi. Ia menekankan bahwa adanya pihak oposisi dalam demokrasi justru penting, asalkan tetap dalam semangat persaudaraan.

“Demokrasi kita kan diajarkan oleh negara Barat, jadi nggak boleh koalisi satu, itu memang benar. Harus ada yang di luar, koreksi kita gitu, ngoreksi tapi ya sedulur, ya kan?” lanjutnya.

Untuk diketahui, hubungan antara PDIP dan Gerindra telah melalui berbagai fase. Pada Pilpres 2009, PDIP dan Gerindra pernah berkoalisi mengusung pasangan Megawati Soekarnoputri–Prabowo Subianto, namun dikalahkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono–Boediono.

Kemitraan politik itu tak berlanjut. Pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019, Prabowo menjadi rival utama calon presiden dari PDIP, yaitu Joko Widodo. Setelah kekalahan di 2019, Prabowo justru bergabung dalam pemerintahan Jokowi sebagai Menteri Pertahanan.

Situasi semakin panas menjelang Pilpres 2024, ketika Jokowi dan putranya, Gibran Rakabuming Raka, yang merupakan kader PDIP, memutuskan bergabung dengan kubu Prabowo. Duet Prabowo-Gibran berhasil memenangkan pemilu, mengalahkan pasangan Ganjar Pranowo–Mahfud MD yang diusung PDIP.

Meski sempat terjadi ‘perang dingin’ antara dua partai tersebut selama pilpres, pasca pemilu hubungan keduanya kembali mencair. Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bahkan telah menggelar pertemuan usai kontestasi usai.

Pernyataan Prabowo di Klaten dinilai sebagai upaya rekonsiliasi yang semakin mempererat komunikasi politik antara dua kekuatan besar tersebut. Dengan menyebut PDIP sebagai “kakak” Gerindra, dan mengakui semangat Bung Karno mengalir dalam dirinya, Prabowo tampaknya mengirim sinyal bahwa kerja sama politik di masa depan tetap terbuka.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.