JAKARTA – Prestasi siswa dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 justru dibayangi polemik soal hadiah. Nominal apresiasi bagi para juara dinilai turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya hingga memicu protes di media sosial.
Dalam pengumuman OSN 2026 jenjang SD dan SMP, pemenang medali emas mendapat Rp3 juta, perak Rp2 juta, dan perunggu Rp1 juta. Besaran tersebut dianggap tidak sebanding dengan perjuangan dan biaya persiapan yang dikeluarkan para peserta.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengakui adanya penurunan nominal hadiah. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari pemangkasan anggaran yang cukup signifikan di Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
“Iya, karena memang ada pengurangan anggaran yang signifikan untuk Puspresnas,” ujar Mu’ti, Jumat (4/9/2026).
Meski demikian, Kemendikdasmen tengah mencari sumber anggaran lain agar hadiah bagi para juara dapat ditambah. Mu’ti juga mengingatkan bahwa penghargaan bagi siswa berprestasi tidak hanya berupa uang.
Para juara OSN disebut memiliki prioritas untuk mendapatkan beasiswa dari LPDP. Menurut Mu’ti, kesempatan tersebut memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan hadiah tunai.
Mu’ti pun menyampaikan permohonan maaf atas besaran hadiah yang menuai polemik. Ia menegaskan keterbatasan anggaran bukan berarti pemerintah tidak menghargai prestasi para siswa.
“Dan mohon maaf kalau mungkin hadiahnya tidak besar sebagaimana yang diharapkan,” pungkasnya.