TANA TORAJA – Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Tana Toraja memanas setelah ucapan mitra SPPG Makale Batupapan 1, Louice Cristiana Mangontan alias Lusi, memicu protes dari orang tua siswa.
Dalam rapat yang digelar Jumat (4/9/2026), Lusi mempertanyakan alasan siswa tetap menyantap makanan yang disebut sudah berbau sebelum dikonsumsi.
“Kalau sudah tahu bau, kenapa masih dimakan, Tabe’,” ujar Lusi sambil menepuk meja ruang sidang paripurna DPRD Tana Toraja.
Pernyataan tersebut muncul saat anggota DPRD Tana Toraja dari Fraksi Demokrat, Jumedy Pawarrang, meminta penjelasan terkait dugaan 156 siswa mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Jumedy menegaskan, RDP tersebut bukan untuk mempersoalkan program MBG sebagai program nasional.
Menurutnya, yang menjadi persoalan adalah pelaksanaan di lapangan hingga munculnya keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan MBG.
Ia meminta pengelola SPPG memberikan penjelasan secara terbuka mengenai proses penyediaan dan distribusi makanan yang diterima para siswa.