NGANJUK – Di tengah insiden keracunan massal yang dialami siswa SMAN 3 Nganjuk, Jawa Timur, seorang siswa berinisial DV justru lolos dari kejadian tersebut. Bukan karena mendapat menu berbeda, DV ternyata tidak menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah.
DV mengaku sudah membawa bekal makanan dari rumah yang disiapkan oleh ibunya. Karena itu, ia memilih tidak mengonsumsi menu MBG yang dibagikan pada Rabu (2/9/2026).
“Saya makan bekal. Tidak ikut makan MBG. Sehingga saya tidak merasakan apa-apa pada kesehatan,” kata DV.
Menu MBG yang dibagikan saat itu berupa nasi goreng dan tahu bulat. Selain itu, terdapat suwiran ayam, telur dadar, acar, serta semangka. Makanan tersebut mulai dibagikan kepada siswa sekitar pukul 10.00 WIB.
Seorang guru SMAN 3 Nganjuk, Andik, mengatakan siswa dipersilakan mengambil makanan setelah menu MBG tiba di sekolah.
“Kemudian kami persilakan anak-anak untuk mengambilnya dan dimakan,” ujar Andik.
Namun, keluhan kesehatan baru muncul beberapa jam setelah makanan disantap. Sekitar pukul 14.00 WIB, sejumlah siswa mulai mengalami mual, pusing, hingga muntah.
“Pukul 14.00 WIB, siswa ada yang mual, pusing, serta muntah,” ungkap Andik.