JAKARTA — Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan, tengah menjadi sorotan publik menyusul beredarnya dokumen yang menunjukkan kedua putranya diangkat menjadi tenaga ahli di kementerian yang ia pimpin. Isu dugaan nepotisme ini pun memicu kritik tajam dari pengamat politik, Saiful Mujani.
Polemik ini bermula dari beredarnya lampiran Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pengangkatan Tenaga Ahli Menteri Haji dan Umrah. Dalam dokumen yang memuat sembilan nama tersebut, tercantum nama dua putra Gus Irfan, yakni Barbarossa Muhammad Farros dan Gibran Muhammad Fawwaz.
Saiful Mujani secara terbuka menyindir keputusan seorang menteri yang menunjuk anak kandungnya sendiri sebagai penasihat. Ia mempertanyakan kewajaran praktik tersebut dalam tata kelola pemerintahan.
“Bapak ngangkat anak jadi penasehat dirinya sebagai menteri haji… dunia udah dekat kiamat,” tulis Saiful melalui akun media sosial pribadinya.
Hingga saat ini, keaslian dokumen serta prosedur pengangkatan kedua putra menteri tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari Kementerian Haji dan Umrah. Belum ada penjelasan detail mengenai mekanisme seleksi, kualifikasi, maupun dasar pertimbangan yang menepis potensi konflik kepentingan dalam penunjukan jabatan strategis tersebut.
Sebagai informasi, Gus Irfan merupakan Menteri Haji dan Umrah pertama yang dilantik pada 8 September 2025, setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Penyelenggara Haji sejak Oktober 2024. Tokoh yang juga cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari ini kini dituntut untuk segera memberikan klarifikasi guna meredam polemik di tengah masyarakat.