Minggu, April 19, 2026

Ihh Parah… Diduga Dokter Priguna Punya Fetish Seksual Menyimpang Ekstrem Banget

MELIHAT INDONESIA, BANDUNG – Dunia medis kembali diguncang dengan temuan mengerikan tentang seorang dokter muda, Priguna Anugerah Pratama, yang ternyata menyimpan fetish seksual ekstrem. Dokter residen anestesi dari Fakultas Kedokteran Unpad ini telah ditangkap dan ditahan oleh polisi setelah terbukti melakukan pemerkosaan terhadap kerabat pasien di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung.

Yang lebih mengejutkan, Priguna sendiri mengaku memiliki ketertarikan terhadap wanita yang dalam keadaan tidak sadarkan diri, bahkan pingsan. Pengakuan mengejutkan ini terungkap dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Menurut Kombes Surawan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Priguna mengakui penyimpangannya, dan saat ini penyidik terus mendalami kasus ini dengan pemeriksaan psikologi forensik untuk memastikan latar belakang perilaku menyimpangnya.

Kasus ini bukan hanya soal kekerasan seksual biasa. Ini adalah kejahatan yang dilakukan oleh seorang profesional medis, yang seharusnya melindungi pasien, bukan malah mengeksploitasi mereka dalam kondisi paling rentan. Tindakan Priguna mengingatkan kita betapa pentingnya pengawasan yang ketat dalam dunia medis, agar tidak ada tempat bagi predator berbaju dokter.

Tersangka sudah ditahan sejak 23 Maret 2025 dan dijerat dengan Pasal 6C UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dengan ancaman pidana penjara hingga 12 tahun. Tak hanya itu, Priguna juga sudah dikeluarkan dari Unpad dan dilarang melanjutkan pendidikan residen seumur hidup. Kementerian Kesehatan pun turut menangguhkan Surat Tanda Registrasi (STR) dan membatalkan izin praktiknya.

Namun, kasus ini menimbulkan pertanyaan besar: Bagaimana mungkin seorang dengan kelainan seksual ekstrem bisa lolos dalam dunia medis? Dunia medis, yang seharusnya menjadi benteng keselamatan pasien, kini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa predator bisa berada di tengah-tengah mereka.

Pengawasan dalam institusi medis harus diperketat. Dokter seharusnya menjadi penjaga nyawa, bukan pelaku kejahatan. Kasus ini harus jadi peringatan keras untuk memastikan tidak ada lagi ruang bagi kelainan dan penyimpangan seksual dalam dunia medis. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.