Sabtu, Agustus 22, 2026

Jelang Setahun Demo Agustus 2025, Prabowo Didesak Reshuffle Tim Komunikasi hingga Kapolri!

JAKARTA — Menjelang satu tahun aksi demonstrasi Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto didesak tidak sekadar memberikan klarifikasi atau permohonan maaf atas persoalan komunikasi pemerintah. Pengamat menilai diperlukan langkah konkret, termasuk melakukan reshuffle terhadap jajaran yang dinilai bertanggung jawab.

Kepala Pusat Studi Agama dan Demokrasi Universitas Islam Indonesia (PSAD UII) Masduki menilai buruknya komunikasi politik pemerintah menunjukkan adanya persoalan dalam tim yang mengelola informasi kepada Presiden maupun publik.

“Misalnya ini kalau berarti komunikasi yang buruk, ini menyangkut tim komunikasi yang juga kerjanya tidak profesional. Jadi, harus ada reshuffle,” kata Masduki, Jumat (21/8/2026).

Salah satu yang disorot adalah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Menurut Masduki, informasi yang tidak utuh diterima Presiden dapat memengaruhi ketepatan respons dan kebijakan pemerintah.

Evaluasi juga dinilai perlu menyasar Kepala Badan Komunikasi Pemerintah serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Kapolri Juga Didesak Diganti

Masduki juga meminta evaluasi dilakukan terhadap jajaran kepolisian. Ia mengaitkannya dengan aksi demonstrasi Agustus 2025 yang menurutnya salah satu pemicunya berkaitan dengan tindakan aparat kepolisian.

“Menjelang peringatan satu tahun kerusuhan Agustus tahun lalu, itu kan salah satu pemicunya adalah tindakan anarkis dari Kepolisian. Nah, oleh karena itu, Prabowo harus juga segera mereshuffle Kapolri, mengganti Kapolri,” tegasnya.

Menurutnya, momentum satu tahun aksi tersebut seharusnya dimanfaatkan Prabowo untuk menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar mendengar kritik masyarakat melalui tindakan nyata.

“Jadi, intinya ini bukan sekadar permohonan maaf atau klarifikasi, tapi Prabowo harus bertindak. Tugas Presiden kan memang bertindak, merespons dengan tindakan,” tandas Masduki.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak mengabaikan tekanan publik yang terus berkembang. Menurutnya, tuntutan reshuffle kini menjadi salah satu persoalan yang perlu segera direspons Presiden.

“Orang menunggu sekarang reshuffle kabinet. Kalau tidak, lama-lama nanti yang di-reshuffle Presiden dan Wakil Presiden,” pungkasnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.