CIREBON – Kasus dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Cirebon, Jawa Barat, terus bertambah. Hingga Kamis (22/10/2026), Dinas Kesehatan Kota Cirebon mencatat sebanyak 395 orang mengalami gejala dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga 5. Korban mayoritas merupakan siswa TK dan SD, serta sejumlah guru dan masyarakat lainnya.
Peristiwa tersebut terjadi setelah makanan MBG didistribusikan ke sejumlah sekolah di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti. Para korban dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, pusing, sakit perut, hingga diare. Menu sup telur puyuh menjadi salah satu makanan yang paling banyak dikeluhkan karena disebut memiliki aroma atau rasa asam. Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Buntut kejadian itu, Kepala SPPG Kalijaga 5 dicopot dari jabatannya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon, Yulian Septa Pratama, mengungkapkan adanya temuan terkait pengadaan dan pengolahan bahan makanan. Kepala SPPG diketahui mengaku membeli telur puyuh dari pihak luar, padahal berdasarkan petunjuk teknis, bahan makanan program MBG seharusnya diproses dan diolah di dapur resmi SPPG.
Selain pencopotan kepala SPPG, operasional dapur tersebut juga dihentikan sementara hingga hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium keluar. SPPG Kalijaga 5 sebelumnya menyalurkan 2.555 porsi makanan kepada penerima manfaat. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami ratusan orang sekaligus menentukan sanksi lanjutan terhadap pengelola dapur.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG, terutama karena penerima manfaatnya didominasi anak-anak. Hingga perkembangan terakhir yang diberitakan pada 24 Oktober 2026, jumlah korban yang tercatat mencapai 395 orang. Sementara itu, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.