Jumat, Oktober 16, 2026

Survei SMRC: Skor Kepemimpinan Mahfud MD Tertinggi (7,6), Gibran Terbawah Kedua (4,4)

JAKARTA — Kualitas kepemimpinan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendapat sorotan tajam dari kalangan akademisi dan jurnalis. Berdasarkan hasil studi terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada September 2026, Gibran hanya memperoleh skor rata-rata 4,4 dari skala 10. Angka ini menempatkannya di posisi kedua terbawah dari 31 tokoh nasional yang dievaluasi.

Pendiri SMRC, Saiful Mujani, memaparkan temuan tersebut di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (15/10/2026). Dalam survei yang melibatkan 200 opinion leader ini, Gibran hanya unggul tipis dari Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, yang menduduki posisi paling bawah dengan skor 4,0.

Rendahnya rapor Gibran paling mencolok terlihat pada aspek kapabilitas atau kompetensi, di mana ia hanya meraup nilai 3,7. Meski mendapat nilai 5,1 pada aspek pluralis-inklusif, capaian di sektor integritas (4,0), empati (4,2), dan kemampuan memimpin (4,3) gagal mendongkrak rata-rata kepemimpinannya.

Sebagai perbandingan, Presiden Prabowo Subianto meraih skor rata-rata 5,1, dengan titik terlemah pada komitmen profesionalisme angkatan bersenjata dan kepolisian (4,2).

Sementara itu, mantan Menko Polhukam Mahfud MD keluar sebagai tokoh dengan kualitas kepemimpinan demokratik-transformatif tertinggi. Mahfud meraih skor rata-rata 7,6, dengan keunggulan merata di berbagai aspek seperti kapabilitas (7,6), empati (7,3), sikap pluralis-inklusif (7,7), dan komitmen profesionalisme TNI/Polri (7,8).

Saiful menjelaskan, studi ini melibatkan 166 akademisi lintas ilmu dan 34 jurnalis menggunakan teknik snowballing untuk mendapatkan penilaian yang objektif dari kelompok berpengetahuan mendalam.

“Pemilih pada umumnya tidak cukup punya informasi untuk menilai calon presiden secara mendalam. Karena itu kami bertanya kepada kelompok yang relatif lebih tahu tentang tokoh-tokoh ini. Penilaian mereka diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemilih agar memilih pemimpin yang bervisi demokratik-transformatif,” jelas Saiful.

SMRC menegaskan bahwa temuan ini bersifat deskriptif, yakni menggambarkan penilaian responden yang terlibat dan tidak mewakili keseluruhan populasi opinion leader di Indonesia.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.