Selasa, Juni 2, 2026

89 Desa di 11 Kecamatan Kabupaten Demak Terendam Banjir, 22.725 Warga Mengungsi

MELIHAT INDONESIA, DEMAK – Enam Tanggul Jebol, 11 Kecamatan di Kabupaten Demak Terendam Banjir

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 89 desa di 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Demak terendam banjir, Senin (18/3/2024).

Selain curah hujan yang tinggi sejak beberapa waktu terakhir, banjir di Kabupaten Demak juga dipicu jebolnya tanggul Sungai Wulan, turut Kecamatan Karanganyar, pada Minggu (17/3/2024).

“Banjir yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Wulan ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya hal seperti ini terjadi pada awal Februari 2024,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangannya.

Laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak mencatat ketinggian air pada wilayah banjir antara 30-80 sentimeter.

Kecamatan terdampak banjir adalah Kecamatan Demak, Kecamatan Karangtengah, Kecamatan Sayung, Kecamatan Mranggen.

Lalu, Kecamatan Wonosalam, Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Karangawen, Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Guntur, Kecamatan Dempet, dan Kecamatan Gajah.

Hingga kini, 93.149 jiwa terdampak banjir di Demak dan 22.725 jiwa di antaranya mengungsi.

“Pemerintah Kabupaten Demak telah mendirikan lokasi pengungsian di 45 titik,” kata personel Pusdalops BPBD Kabupaten Demak, Rizka.

Rizka melaporkan, ketinggian air di wilayah Demak kota pada Senin pagi mencapai lutut orang dewasa.

Sementara itu arus banjir di ruas jalan Demak-Kudus semakin deras dan berpotensi membahayakan perahu evakuasi.

“BPBD Kabupaten Demak masih berusaha mengevakuasi warga terdampak banjir bersama TNI, Polri, BPBD Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah, dan relawan,” tuturnya.

BNPB Serahkan Dukungan Bantuan Operasional
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Senin, menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana di kantor gubernur Provinsi Jawa Tengah.

Rapat ini dihadiri oleh PJ Bupati Jawa Tengah Nana Sudjana, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati, Kapolda Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Pangdam IV/Diponegoro Deddy Suryadi, dan Komisi VIII DPR RI Wisnu Wijaya AP.

Rapat koordinasi diikuti oleh Bupati dan Walikota serta perwakilan organisasi perangkat daerah terdampak bencana banjir di Jawa Tengah.

Pada kesempatan ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan dukungan operasional guna percepatan penanganan bencana banjir di wilayah Jawa Tengah berupa Dana Siap Pakai (DSP) kepada sembilan pemerintah daerah terdampak banjir masing-masing sebesar Rp250 juta.

Sembilan kabupaten/kota tersebut adalah Kota Semarang, Kabupaten Kudus, kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, Kabupaten kendal, Kabupaten Blora, Kabupaten Jepara, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Pekalongan.

BNPB juga menyerahkan bantuan DSP kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kodam IV/Diponegoro, dan Polda Jawa Tengah masing-masing sebesar Rp350 juta.

Selain dukungan DSP, BNPB turut menyerahkan bantuan logistik dan peralatan berupa paket sembako, makanan siap saji, biskuit protein, hygiene kit, sabun cair, pompa alkon, lampu solar panel, tenda keluarga, tenda pengungsi, selimut, matras, velbed, perahu polytilen, perahu karet dan mesin, chainsaw, kasur lipat, pampers, mobil dapur umum, dan pompa portabel. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.