MELIHAT INDONESIA – Brand-brand berikut mulanya merupakan satu perusahaan, yang kemudian pecah kongsi sehingga menjadi merek dagang tersendiri.
Berikut adalah beberapa contoh brand yang pernah mengalami “pecah kongsi” atau konflik antara pendirinya, mitranya, atau perusahaan terkait, yang akhirnya berdampak pada perubahan struktur atau arah bisnis mereka:
- Apple
•Konflik besar terjadi antara Steve Jobs dan John Sculley (CEO Apple saat itu). Jobs akhirnya meninggalkan perusahaan pada 1985 setelah adanya perbedaan visi mengenai arah bisnis Apple. Namun, Jobs kembali pada 1997 dan merevolusi Apple. - Nike dan Onitsuka Tiger
•Sebelum Nike berdiri, pendirinya, Phil Knight, bekerja sama dengan Onitsuka Tiger (sekarang ASICS) untuk menjual sepatu di Amerika Serikat. Hubungan ini berakhir dengan perselisihan hukum, yang mendorong Phil Knight untuk memulai brand Nike. - Facebook (Meta)
•Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, pernah menghadapi perselisihan dengan kembar Winklevoss terkait klaim bahwa ide Facebook berasal dari proyek mereka, HarvardConnection. Konflik ini diselesaikan melalui pengadilan, dengan kompensasi finansial yang besar bagi Winklevoss bersaudara. - Gojek dan Grab
•Konflik antara Gojek dan Grab sering melibatkan tuduhan pelanggaran eksklusivitas oleh para mitra driver dan merchant. Meskipun bukan “pecah kongsi” internal, kompetisi ini sering disertai isu yang memengaruhi ekosistem mitra mereka. - McDonald’s dan Ray Kroc
•Ray Kroc, yang dikenal sebagai pendiri McDonald’s modern, awalnya bekerja sama dengan McDonald bersaudara (Richard dan Maurice). Konflik mengenai hak dan ekspansi global membuat Kroc mengambil alih bisnis, yang akhirnya meninggalkan McDonald bersaudara tanpa kendali atas merek tersebut. - Tokopedia dan Bukalapak (GoTo vs Emtek)
•Setelah merger Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo, Bukalapak (di bawah Emtek) menjadi kompetitor besar. Meskipun mereka awalnya bekerja sama dalam berbagai sektor digital, dinamika pasar e-commerce memisahkan mereka sebagai rival. - Adidas dan Puma
•Dua merek sepatu olahraga besar ini didirikan oleh dua bersaudara, Adolf (Adi) Dassler dan Rudolf Dassler. Awalnya mereka bekerja sama dalam perusahaan Dassler Brothers Shoe Company, namun konflik personal memisahkan mereka. Adolf mendirikan Adidas, sementara Rudolf mendirikan Puma. - Splitwise (Red Bull)
•Mitra pendiri Red Bull, Chaleo Yoovidhya (Thailand) dan Dietrich Mateschitz (Austria), pernah menghadapi konflik kepemilikan, meskipun akhirnya berhasil menyelesaikan perselisihan dan tetap berbagi kepemilikan saham.