MELIHAT INDONESIA – Istilah “smartphone pinky” mengacu pada fenomena di mana kelingking terlihat bengkok atau mengalami perubahan bentuk akibat kebiasaan terlalu sering menopang smartphone.
Banyak orang menggunakan kelingking sebagai penopang bagian bawah ponsel saat menggenggamnya, terutama saat menggunakan satu tangan.
Apakah Kelingking Bisa Bengkok karena HP?
Beberapa pengguna mengklaim bahwa mereka melihat perubahan bentuk pada kelingking, seperti lekukan atau sedikit melengkung, setelah bertahun-tahun menggunakan ponsel dengan cara yang sama.
Namun, hingga saat ini belum ada bukti medis kuat yang membuktikan bahwa penggunaan smartphone secara langsung menyebabkan deformasi tulang permanen.
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
1. Tekanan Berulang: Kebiasaan menopang HP dengan kelingking bisa memberi tekanan terus-menerus pada sendi dan jaringan lunak di jari, menyebabkan rasa tidak nyaman atau sementara terlihat bengkok.
2. Postur dan Pegangan: Cara menggenggam smartphone dalam waktu lama dapat menyebabkan ketegangan pada otot dan sendi jari.
3. Sementara atau Permanen?: Dalam banyak kasus, perubahan bentuk kelingking ini bersifat sementara dan akan kembali normal jika kebiasaan dihentikan.
Cara Mencegah “Smartphone Pinky”
• Gunakan kedua tangan saat memegang smartphone.
• Gunakan aksesori seperti pop socket atau holder untuk mengurangi tekanan pada kelingking.
• Kurangi penggunaan smartphone dalam waktu lama tanpa istirahat.
• Lakukan peregangan jari secara rutin untuk mengurangi ketegangan.
Meskipun “smartphone pinky” bukan kondisi medis yang serius, tetap penting untuk menjaga postur tangan saat menggunakan gadget agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan jangka panjang. (*)