MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Elektabilitas pasangan calon gubernur Jateng, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen malah menurun meski sudah diendorse Presiden ke-7 Jokowi.
Survei terbaru Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) yang dirilis Sabtu (16/11/2204) menyatakan, elektabilitas Andika-Hendi mencapai 50,4% sementara Luthfi-Yasin 47,0%.
Survei SMRC dilakukan pada periode waktu 7-12 November 2024 dengan mengambil sampel 1.210 orang pemilih di Jateng menggunakan metode multistage random sampling.
Jika diamati, periode survei dilakukan pada rentang waktu mulai terbukanya Jokowi mendukung paslon Luthfi-Yasin pada 29 Oktober 2024, serta beredarnya video endorsement sejumlah artis hingga Prabowo Subianto terhadap Luthfi-Yasin pada 9 November 2024.
Namun, elektabilitas Luthfi-Yasin menurut survei tersebut justru tercatat konsisten menurun menjadi 47,0% atau turun 0,5% dari survei sebelumnya pada Oktober 2024 sebesar 47,5%.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani menyebutkan bahwa tren penurunan elektabilitas Luthfi-Yasin jika dilihat sejak September 2024 telah lebih dari 10%.
“Kalau kita lihat selama dua bulan memang perubahannya signifikan. Pasangan Luthfi naik dan pasangan Andika naik. Tapi dalam satu bulan memang persaingannya semakin ketat,” jelas Deni.
Sementara itu tren elektabilitas calon disebutkan Deni juga dipengaruhi oleh tren popularitas para calon.
“Elektabilitas pasangan Andika-Hendi naik secara signifikan juga karena popularitasnya naik secara signifikan dari 60 ke 71 atau naik 11 poin. Sedangkan Ahmad Luthfi awarenessnya tidak bergerak atau stagnan di angka 67,” terangnya.
Meskipun begitu, Deni mengingatkan bahwa untuk memprediksi pemenang dalam kontestasi Pilgub Jateng 2024 diperlukan selisih dua kali margin of error atau sekitar 5,8% yang pada saat ini belum tercapai.
Untuk itu dirinya menyebut bahwa strategi para paslon dalam memanfaatkan sisa waktu yang ada masih sangat menentukan. (*)