JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kerap tersandung isu kualitas pangan, Badan Gizi Nasional (BGN) kembali memicu polemik baru. Bukannya fokus mengurus lauk-pauk atau gizi anak sekolah, BGN kini disorot tajam lantaran ketahuan mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp9,097 miliar dari APBN hanya untuk memborong sprei, sarung bantal, dan perlengkapan tidur!
Belanja miliaran rupiah yang bersumber dari uang rakyat ini sontak memicu tanda tanya besar terkait urgensinya. Publik mempertanyakan apa korelasi logis antara tugas pokok sebuah lembaga urusan gizi dengan pengadaan barang-barang tempat tidur.
Transparansi kini menjadi harga mati. Masyarakat mendesak BGN untuk segera membuka rincian pengadaan ini ke ruang publik. Pertanyaan mendasar pun bermunculan: Berapa jumlah barang yang dibeli? Seperti apa spesifikasinya hingga menelan biaya Rp9 miliar? Siapa penerimanya, di mana barang tersebut akan digunakan, dan bagaimana mekanisme tendernya?
Sorotan tajam ini muncul di momen yang sangat krusial. BGN saat ini tengah memegang tanggung jawab raksasa mengelola anggaran untuk program MBG yang menyasar jutaan penerima manfaat. Tata kelola anggaran lembaga ini pun otomatis berada di bawah mikroskop publik, mengingat setiap rupiah dari APBN harus dipertanggungjawabkan efektivitasnya.
Keterbukaan informasi terkait dana Rp9,097 miliar ini sangat mendesak agar tidak menimbulkan spekulasi liar mengenai dugaan pemborosan uang negara. BGN diharapkan segera memberikan penjelasan rinci dan logis mengenai dasar kebutuhan pengadaan perlengkapan tidur tersebut di tengah berjalannya program MBG.
Publik kini menanti jawaban pasti, untuk memastikan uang negara tidak justru “tertidur pulas” di balik tumpukan sprei dan sarung bantal, sementara masih banyak celah kualitas makan siang anak-anak yang perlu dibenahi.