Jumat, April 17, 2026

Kisah Kakek Saeid, Tukang Tambal Ban 57 Tahun Menabung untuk Naik Haji

MELIHAT INDONESIA, MADURA – Menabung sejak lulus SD, kakek Saeid akhirnya bisa berangkat haji.

Kisah inspiratif datang dari Mohamad Saeid (78), seorang kakek warga Dusun Ngaporan, Kelurahan Kowel Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Setelah penantian berpuluh-puluh tahun untuk naik haji, akhirnya tahun ini dia bisa berangkat ke tanah suci.

Kakek Saeid yang kesehariannya menjadi tukang tambal ban di pinggir Jalan Raya Pasar Tradisional Blumbungan ini bisa berangkat ke tanah suci setelah menabung selama 57 tahun, dimulai sejak ia baru keluar dari sekolah dasar.

Kakek Saeid sejak bersama Hanima (68) sang istri sudah keinginan untuk menunaikan rukun islam yang kelima itu. Berkat ketekunan dan kesabarannya, dia bisa menyisihkan uang dari pekerjaannya sebagai tukang tambal ban.

Kakek Saeid mengaku, menabung untuk mendaftar berangkat haji sejak tahun 1967, ia mulai mengumpulkan uang dari 5.000 rupiah hingga 25.000 rupiah setiap harinya.

“Uang itu murni tabungan dari hasil tambal ban. saya di tahun 2011 lalu mendaftar dan alhamdulillah tahun ini saya berangkat ke tanah suci,” ucap Kakek Saeid.

Namun menurutnya, tabungan haji yang dikumpulkan setiap harinya itu tidak hanya hasil dari tambal ban saja, melainkan juga hasil dari sang istri berjualan kopi di Pasar Tradisional Blumbungan Pamekasan.

“Ada juga tabungan dari istri saya yang jualan kopi di pasar. Kadang nabung 10 ribu kadang 20 ribu setiap hari,” terang Kakek Saeid.

Sementara itu, Hanimah (68) istri dari Kakek Saeid, mengungkapkan dirinya sangat bersyukur setelah sekian puluh tahun menabung dan penantiannya untuk berangkat ke tanah suci bisa terwujud tahun ini.

“Saya sangat bersyukur dan bahagia, mungkin ini berkat doa kami dan sekeluarga, tahun ini bisa berangkat haji,” ucap Hanimah.

Meski jadwal pemberangkatan hajinya tinggal menghitung hari, namun Kakek Saeid dan Hanimah masih beraktivitas seperti biasa.

Sang kakek masih tetap menjalankan pekerjaan sebagai tukang tambal ban, sedangkan Hanima istrinya masih berjualan kopi di Pasar Tradisional Blumbungan.

Keluarga kakek Saeid kini tengah mempersiapkan peralatan hingga perlengkapan yang akan di bawa ke tanah suci, mulai dari kain ihrom, dokumen serta peralatan lainnya.

Kakek Saeid bersama istrinya Hanimah direncanakan akan berangkat pada 2 Juni 2024 mendatang, melalui Embarkasi Haji Sukolilo Surabaya Jawa timur. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.