Rabu, Juni 10, 2026

DPR Sentil Komdigi: Kinerja Pemerintah Sepi Sorotan, Donasi Rp 10 M Justru Viral

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Gerindra, Endipat Wijaya, mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) untuk lebih aktif mengupdate dan mengamplifikasi informasi penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Permintaan itu disampaikan dalam rapat dengan Menkomdigi Meutya Hafid di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (8/12/2025).

Endipat mengingatkan banyak pihak yang hanya datang sekali ke lokasi bencana namun seolah paling berjasa, sehingga narasi tentang peran pemerintah tergerus.

“Sehingga enggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini sok paling-paling di Aceh, di Sumatera, dan lain-lain itu, Bu,” ujarnya.

Dia menegaskan pemerintah sesungguhnya hadir sejak awal penanggulangan bencana, mulai dari pendirian ratusan posko hingga langkah lintas kementerian. Endipat mencontohkan Kementerian Kehutanan yang menurutnya telah melakukan evaluasi perizinan kawasan hutan dan memulai gerakan penanaman pohon secara besar-besaran, tetapi upaya itu “tidak pernah sampai ke telinga teman-teman sampai ke orang bawah” sehingga Kemenhut terus mendapat kritik. Ia juga menyebut polisi yang melakukan penyisiran dan perbaikan hutan di Sumatera namun kinerjanya belum tersosialisasi.

Endipat meminta Komdigi menjadi garda terdepan penyebaran informasi tersebut agar publik mengetahui langkah nyata pemerintah. Ia lantas membandingkan publikasi aksi pemerintah dengan sorotan terhadap bantuan individu “Orang per orang cuma nyumbang Rp 10 miliar, negara sudah triliunan ke Aceh.” Menurutnya, angka kecil yang viral itu membuat publik salah paham soal kehadiran negara.

Selain meminta penajaman strategi komunikasi, Endipat berharap Komdigi peka terhadap isu-isu sensitif nasional dan mampu memproduksi konten yang masif dan viral sehingga narasi bahwa “negara tidak hadir” bisa diluruskan. “Jadi, kami mohon Ibu (Meutya Hafid), fokus nanti ke depan Komdigi ini mengerti dan tahu persis isu sensitif nasional, membantu pemerintah memberitahukan dan mengamplifikasi informasi-informasi itu, sehingga enggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini sok paling-paling di Aceh, di Sumatera, dan lain-lain itu, Bu,” katanya menegaskan kembali.

Rapat tersebut menempatkan Komdigi pada posisi kunci untuk memperkuat visibilitas upaya penanganan bencana oleh pemerintah di tengah derasnya informasi dan sorotan publik.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.