MELIHAT INDONESIA – AHA, BHA, dan PHA adalah jenis asam yang sering digunakan dalam produk perawatan kulit untuk eksfoliasi.
Meskipun fungsinya serupa, mereka memiliki perbedaan dalam hal cara kerja dan manfaat bagi kulit.
- AHA (Alpha Hydroxy Acid)
Sumber: Biasanya berasal dari buah-buahan atau susu.
Cara kerja: AHA larut dalam air dan bekerja pada permukaan kulit untuk mengangkat sel-sel kulit mati.
Manfaat: AHA membantu mencerahkan kulit, meratakan warna kulit, dan mengurangi garis-garis halus. Sangat cocok untuk kulit kering atau yang rusak akibat sinar matahari.
Contoh: Asam glikolat, asam laktat.
- BHA (Beta Hydroxy Acid)
Sumber: Biasanya berasal dari asam salisilat.
Cara kerja: BHA larut dalam minyak, sehingga bisa menembus pori-pori dan membersihkan minyak berlebih serta kotoran.
Manfaat: BHA bagus untuk kulit berminyak dan rentan jerawat, karena mampu membersihkan pori-pori tersumbat dan mengurangi peradangan.
Contoh: Asam salisilat.
- PHA (Poly Hydroxy Acid)
Sumber: Biasanya ditemukan dalam bentuk turunan dari AHA.
Cara kerja: PHA bekerja di permukaan kulit seperti AHA, tetapi molekulnya lebih besar sehingga lebih lembut di kulit dan tidak menembus terlalu dalam.
Manfaat: PHA adalah pilihan yang lebih lembut untuk eksfoliasi, cocok untuk kulit sensitif atau mereka yang baru memulai eksfoliasi. Selain itu, PHA juga memiliki manfaat antioksidan dan melembapkan.
Contoh: Gluconolactone, lactobionic acid.
Secara umum, AHA cocok untuk kulit kering dan penuaan, BHA untuk kulit berminyak dan berjerawat, sedangkan PHA cocok untuk kulit sensitif karena efeknya lebih lembut. (*)