MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menghadapi tantangan besar menjelang Kongres V yang dijadwalkan berlangsung pada April 2025. Ketua DPP PDIP Bidang Reformasi Hukum Nasional, Ronny Talapessy, menyatakan bahwa partai kini dalam kondisi siaga satu untuk merespons berbagai ancaman yang muncul dari luar maupun dalam. Hal ini terkait dengan munculnya baliho dan spanduk di sejumlah titik yang dianggap berpotensi merongrong keabsahan kepemimpinan Megawati Soekarnoputri.
“Baliho dan spanduk yang bersifat menghasut telah menciptakan situasi siaga satu di internal PDIP. Ini adalah upaya untuk mengawut-awut PDIP menjelang kongres, sebagaimana disampaikan oleh Ibu Megawati,” ujar Ronny dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/12/2024).
Keabsahan Kepemimpinan Megawati Tak Terbantahkan
Ronny menegaskan bahwa kepemimpinan Megawati Soekarnoputri sepenuhnya sah sesuai aturan partai dan perundang-undangan. Ia merujuk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai yang memberikan wewenang kepada Ketua Umum untuk memperpanjang masa kepengurusan. Keabsahan ini juga telah diakui melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM pada Juli 2024.
“Struktur kepengurusan ini telah mendapat pengesahan resmi. Ini menjadi dasar kuat bagi PDIP untuk menjalankan tugas politiknya,” tambah Ronny.
Dugaan Intervensi dari Pihak Luar
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus turut angkat bicara mengenai isu yang berkembang. Ia mengindikasikan adanya upaya dari pihak tertentu untuk memecah belah partai, termasuk melalui wacana pergantian posisi sekretaris jenderal pada Kongres 2025. Meski enggan menyebutkan nama secara eksplisit, Deddy mengakui bahwa isu tersebut sudah menjadi pembicaraan luas.
“Kami tidak akan membantah isu itu. Tetapi kami tidak ingin menyebut nama di sini karena nama tersebut, menurut kami, tidak layak lagi disebut,” ungkap Deddy.
Menghadapi Serangan Lewat Propaganda Visual
Selain isu politik internal, PDIP juga menghadapi serangan melalui propaganda visual berupa baliho dan spanduk di berbagai wilayah Jakarta. Konten-konten tersebut dianggap mencoba mengganggu stabilitas partai dan menguji kesolidan kader. Kondisi ini menjadi perhatian khusus bagi jajaran pengurus pusat hingga tingkat akar rumput.
Kesiapan PDIP Menyongsong Kongres
Dalam menghadapi berbagai tekanan, PDIP menginstruksikan seluruh kader untuk memperkuat barisan dan menjaga kekompakan. “Kami akan terus memperjuangkan visi partai sesuai amanat Kongres dan Rakernas,” tegas Ronny.
Kesiapsiagaan ini mencerminkan keseriusan PDIP dalam menjaga stabilitas partai di tengah berbagai dinamika politik. Dengan fokus pada pelaksanaan Kongres V yang damai dan konstruktif, PDIP berharap dapat melanjutkan perannya sebagai salah satu kekuatan politik utama di Indonesia. (**)