MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu alias Mbak Ita melengos saat ditanya alasan tak memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Mbak Ita bergegas memasuki mobil saat dicecar pertanyaan usai mendampingi kunjungan Sekretaris Kementerian (Sesmen) Kependudukan dan Pembangunan Keluarga di Kota Semarang, Jumat (24/1/2025).
Awalnya Mbak Ita sempat memenuhi permintaan wawancara meskipun sembari berjalan.
Dia mengaku harus buru-buru ke lokasi lain. “Nuwun sewu, soalnya saya mau segera ke bandara,” ucapnya.
Sembari berjalan, Mbak Ita pun menjelaskan kegiatan mendampingi Sesmen untuk melihat rumah penanganan stunting milik Pemkot Semarang.
Namun, saat ditanya terkait panggilan KPK, Mbak Ita tak menggubris.
Sebelumnya Mbak Ita tercatat tiga kali mangkir saat dipanggil penyidik KPK untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi di Pemkot Semarang.
Terakhir, Mbak Ita mangkir saat dipanggil Rabu (22/1/2025). Begitu pun dua panggilan pemeriksaan sebelumnya pada Jumat (17/1/2025) dan Selasa (10/12/2024).
Meskipun Mbak Ita tiga kali mangkir secara berturut-turut, KPK belum bisa memastikan apakah akan melakukan upaya penjemputan paksa.
“Langkah yang akan diambil penyidik? Kita lihat saja, karena saya juga tidak bisa memastikan apakah akan ada proses penjemputan paksa, penangkapan, atau proses penyidikan lainnya,” kata Tessa, Rabu (22/1/2025). (*)