Jumat, Juni 5, 2026

Ganjar Dicangkul Semakin Bersinar

Sebuah hubungan persaudaraan memang tidak selalu berawal dari ikatan darah, tetapi bagaimana hubungan itu terjalin dari awal hingga bagaimana interaksi yang menimbulkan kenyamanan satu sama lain.

Layaknya jika ditanya oleh seseorang mengenai siapa saudara dekatmu, salah jika kita menjawab adek atau kakak kita, padahal keduanya tidak tinggal di dekat kita. Jawaban yang tepat ialah tetangga kita, teman kita berinteraksi dalam kehidupan saat ini, orang yang melihat kita keluar-masuk rumah, orang yang mendengar saat teriakan terlontar dari mulut kita, dan interaksi lainnya.

Ya, itu hanya masalah sudut pandang dari sebuah hubungan yang disebut sebagai persaudaraan. Sebuah hubungan pula tidak seterusnya terjalin dengan indah dan baik-baik saja, ada kalanya permasalahan datang, hingga perbedaan pandangan kerap kali membuat sebuah hubungan menjadi renggang.

Sama halnya dengan hubungan antar saudara yang terjalin diantara dua kader PDIP, Bambang Wuryanto dan Ganjar Pranowo, yang fluktuatif, tidak bisa diprediksi, seperti halnya cuaca. Kali ini renggangnya hubungan keduanya tak lain lagi penyebabnya karena pilpres 2024.

PDIP adalah partai besar di Indonesia yang selalu menunjukkan kontribusi yang besar terhadap sistem pemerintahan di Indonesia, PDIP juga banyak dikenal oleh masyarakat sebagai partai yang memiliki kader-kader yang berprestasi, dan memiliki peran besar dalam birokrasi di Indonesia.

Dua nama kader PDIP yang menjadi sorotan publik untuk diusung dalam pilpres 2024 mendatang, ialah ketua DPR RI saat ini, Puan Maharani, dan gubernur Jawa Tengah yang sudah menjabat selama 2 periode ini, Ganjar Pranowo.

Sedikit flashback, sebelum Ganjar menduduki jabatannya sebagai gubernur Jawa Tengah periode pertama, Bambang Wuryanto yang kerap disapa dengan Bambang Pacul dan Puan Maharani layaknya bestie bahkan seperti saudara dalam silsilah keluarga bagi Ganjar, mereka mengawal setiap langkah Ganjar menuju singgasananya saat ini.

Saat rapat fraksi yang membahas tentang nama-nama cagub Jateng sudah ditutup, obrolan singkat terjalin antara Bambang pacul dan Ganjar, yang lebih terkesan seperti bisik-bisik antara keduanya kala itu, membahas siapa saja nama yang diajukan dalam pilgub nanti.

Seketika Bambang Pacul menawarkan Ganjar untuk maju juga kala itu, namun hanya senyuman yang tersungging di bibir Ganjar. Hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk membuka kembali rapat fraksi dan langsung mengusulkan nama Ganjar sebagai cagub Jateng.

Sama halnya dengan Puan, yang kala itu hanya dihubungi melalui BBM, ia langsung memberi lampu hijau untuk Ganjar. Saat ditanya lagi, keraguan tergambar jelas di muka Ganjar untuk tetap maju sebagai cagub Jateng, alasannya kala itu karena masalah uang untuk kampanye.

Layaknya seorang saudara, Puan memberi solusi untuk masalah yang membuat ragu langkah Ganjar itu, ialah yang mencetuskan sistem gotong royong atau dengan iuran. Puan meminta kepada setiap kader PDIP mengeluarkan tabungannya untuk kepentingan kampanye Ganjar.

Jadi uang yang dimiliki Ganjar saat itu hanya bisa untuk wira-wiri saja, selebihnya untuk properti seperti kaos dan peraga kampanye lainnya dibantu oleh teman-temannya yang lebih dapat disebut dengan sponsorship pada kampanye Ganjar.

Ya sedekat itu mereka dulu, entahlah saat ini hubungan ketiganya sudah menguap ke mana, tidak menguap lebih tepatnya, duo bestie Ganjar itulah yang sudah tidak bersama dengannya. Mereka bertiga sudah tidak bergandengan lagi, Ganjar masih di tempat yang sama mengurusi Jawa Tengah, memutar otak agar bagaimana kebutuhan rakyatnya dapat tercukupi dengan baik.

Bambang dan Puan berjalan sejajar meninggalkan kawan lama mereka, hal itu dibuktikan dengan beberapa acara yang diadakan oleh PDIP tanpa kehadiran Ganjar didalamnya.

Bukan masalah Ganjar yang sibuk, orang setia satu itu tentu akan memberikan bahkan mengorbankan waktunya untuk partai yang telah membesarkannya, melainkan karena tidak diundangnya Ganjar dalam beberapa acara besar yang diadakan PDIP.

Acara terakhir PDIP yang tidak diundangnya Ganjar tempo hari, mengundang Bambang Pacul untuk buka suara, ia menganggap Ganjar tidak ada hubungannya dengan serangkaian acara persiapan pemenangan Pemilu 2024 di Kota Semarang. Padahal acara dihadiri oleh kepala daerah yang diusung PDIP.

Jawaban yang dilontarkan senior Ganjar itu memang nyleneh,bagaimana bisa Ganjar tidak ada hubungannya dengan acara yang diselenggarakan PDIP. Pemimpin di Jawa Tengah itu Ganjar, sudah semestinya Ganjar diikut campurkan dalam acara besar yang dihadiri oleh kepala daerah yang diusung PDIP itu. 

Sebagian orang menafsirkan pula, jawaban Bambang Pacul ini hanyalah untuk mengelabui fikiran masyarakat, yang dibalik jawaban itu menyimpan jawaban lain bahwasanya dia tidak mau lagi melibatkan Ganjar dalam PDIP dengan tujuan untuk mematikan nama Ganjar di partai.

Bambang Pacul saat ini menjadi panglima perang Puan Maharani dalam dewan kolonel, tim bentukan PDIP untuk meningkatkan citra dan elektabilitas Puan Maharani sebagai capres 2024, yang artinya setiap jalan yang dilakukan oleh Puan akan menjadi tanggung jawabnya, termasuk menghalangi Ganjar untuk srawung dalam setiap acara yang diselenggarakan oleh PDIP.

Tak lain dan tak bukan, cara itulah yang digunakan Bambang Pacul untuk mengubur kontribusi Ganjar sebagai kader PDIP selama ini. 

Tak berhenti disitu saja, sikap Bambang Pacul yang kian membuat renggang hubungannya dengan juniornya itu juga terlihat oleh publik, kala Bambang Pacul mengomentari salah satu hasil survei yang menunjukkan elektabilitas Ganjar sebagai capres 2024 berada di posisi pertama.

Bambang menilai Ganjar terlalu berambisi menjadi capres 2024, padahal semua keputusan ada di tangan ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang sampai saat ini masih anteng memikirkan matang-matang nama bakal capres 2024 yang akan diusung PDIP.

Bambang juga berani mengeluarkan prediksinya jikalau Ganjar masih berambisi nyapres melalui partai lain, dipastikan suara untuk Ganjar di Jawa Tengah tidak menyentuh angka 30%, karena memang Jateng adalah kandangnya partai banteng itu.

Lalu bagaimana respon Ganjar?

Gubernur satu itu tidak terlalu memusingkan cuitan komentar para elite politik mengenai survei elektabilitas yang dikeluarkan oleh beberapa mesin riset. Fokusnya saat ini hanya untuk Jawa Tengah, misalnya saja mengurusi inflasi sumber pangan dan memaksimalkan vaksin booster di masyarakat. 

Ganjar menilai, topik yang diungkit akhir-akhir ini selalu tentang elektabilitas capres yang akan maju di pilpres 2024 nanti. Padahal banyak masalah rakyat yang perlu diselesaikan, misalnya masalah yang baru-baru ini gencar tengah dihadapi ialah kenaikan BBM yang berimbas pada kenaikan harga bahan-bahan pangan.

Sifat ndablek Ganjar seperti inilah yang cocok dipakai pada situasi saat ini, demi melanjutkan amanah sebagai Gubernur Jawa Tengah, memikirkan bagaimana menghabiskan periodesasinya dengan baik sebagai pemimpin rakyatnya. 

Bukan menanggapi hasil survei elektabilitas capres 2024, apalagi menanggapi makian yang meredupkan semangatnya dalam melanjutkan amanah dalam kapasitasnya sebagai wakil rakyat. Dengan kepribadianya ini cacian dan makian yang terlontar akan menjadi penerang untuk menyangkal ejekan yang mampir selama kepemimpinannya. 

Nikmatul Sugiyarto

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.