Selasa, Juli 21, 2026

Sate Kerbau Kudus, Jejak Toleransi dalam Sepiring Kuliner Legendaris

MELIHAT INDONESIA, KUDUS – Menyantap sate ayam atau sate kambing dengan bumbu kacang mungkin sudah jadi hal biasa. Namun, bagaimana jika daging yang ditusukkan ke bilah-bilah bambu itu berasal dari kerbau? Di Kudus, Jawa Tengah, sate kerbau bukan sekadar makanan. Di balik kelezatannya, terdapat jejak sejarah, dakwah, dan toleransi yang telah bertahan berabad-abad.

Kudus, kota yang dikenal sebagai pusat industri kretek dan memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Islam di Nusantara, menyimpan warisan budaya yang erat kaitannya dengan penyebaran agama. Sunan Kudus, salah satu dari Wali Songo, memiliki peran penting dalam membentuk tradisi kuliner di daerah ini. Salah satu kebijakannya yang paling berpengaruh adalah larangan menyembelih sapi sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat Hindu yang kala itu masih mendominasi Kudus. Sebagai gantinya, masyarakat beralih ke daging kerbau, dan tradisi itu terus bertahan hingga kini.

Nama Kudus sendiri berasal dari bahasa Arab, Al-Quds, yang berarti suci, merujuk pada Baitul Maqdis di Palestina, tempat Sunan Kudus menimba ilmu sebelum akhirnya kembali ke Jawa untuk berdakwah. Strategi dakwahnya yang bijak dan penuh toleransi tak hanya meresap dalam aspek sosial, tetapi juga membentuk kebiasaan kuliner masyarakat setempat.

Kuliner khas Kudus memiliki keunikan tersendiri, mulai dari lentog tanjung, garang asem, hingga nasi pindang. Namun, dari semua itu, sate kerbau menjadi ikon yang tak bisa diabaikan. Daging kerbau yang lebih padat dibanding daging sapi membutuhkan teknik pengolahan khusus agar tetap empuk. Setelah dimarinasi dengan bumbu rempah dan kecap manis, daging ini dibakar hingga kecokelatan, lalu disajikan dengan bumbu kacang yang bercampur serundeng gurih.

Lebih dari sekadar sajian kuliner, sate kerbau adalah simbol penghormatan dan akulturasi yang melintasi zaman. Sunan Kudus telah lama pergi, tetapi nilai-nilai yang diwariskannya tetap hidup dalam piring-piring yang tersaji di setiap sudut kota. Bagi mereka yang ingin mencicipi sejarah, tak ada cara yang lebih lezat daripada menikmati seporsi sate kerbau khas Kudus. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.