MELIHAT INDONSIA. BANJARNEGARA – Demonstrasi di seputar depan Kantor Bupati Banjarnegara, Selasa (30/4/2024) selain diwarnai insiden kericuhan, sampai Kabag Ops Polres Banjarnegara Kompol Priyo Jatmiko patah tulang, ada juga tindakan negatif yang diduga dilakukan oleh peserta aksi.
Kejadian perusakan tersebut tampak sepele namun bisa berakibat fatal danmembahayakan keselamatan orang lain.
Kejadian itu berupa penggembesan atau aksi kempesi ban pada roda belakang kendaraan milik Polres Banjarnegara.
Video penggembesan dengan cara manual ini viral, banyak masyarakat Banjarnegara yang menggunakan video ini untuk status media sosial mereka.
Nampak seorang laki-laki menggunakan jumper warna abu, abu celana jeans senada, serta bersepatu tampak dalam video dengan tangan kirinya memegang pntil ban di kendaraan polisi. Ban yang dikempesi, ban belakang sebelah kiri.
Terdengar juga suara khas angin keluar dari pentil ban tersebut. Kendaraan itu merupakan kendaraan milik Polres Banjarnegara. Kendaraan tersebut bertuliskan ‘Mobile Security Barrier‘.
‘Mobile Security Barriers’ adalah salah satu peralatan yang dirancang khusus yang digunakan oleh polisi untuk mengamankan, melindungi tempat atau lokasi para demonstran atau perusuh yang mencoba memasuki atau menembus pertahanan untuk mengurangi kontak fisik antara demonstran dan petugas polisi.
Belum ada konfirmasi dari pihak kepolisian mengenai hal ini. Namun banyak pihak menyayangkan kejadian seperti ini.
“Kok ada orang seperti ini,” tulis warga banjarnegara dalam status medsosnya, yang menyayangkan aksi tak terpuji tersebut.
Untuk diketahui, demonstrasi yang dilakukan aksi masa pendukung Kepala Desa (Kades) terpilih di Banjarnegara Selasa (30/4/2024) yang ricuh ini diikuti Ribuan masa yang mengepung alun-alun dan Kantor Bupati ini menuntut agar sebanyak 57 Kades terpilih hasil pilkades serentak segera dilantik.